Kita Membaca Al-Qur’an, tetapi Sudahkah Kita Bertumbuh Bersamanya?

Mendekat kepada Al-Qur’an bukan hanya tentang menambah jumlah bacaan, tetapi juga tentang memahami petunjuknya dan membiarkannya membimbing kehidupan kita.
Kita bisa membaca banyak ayat, menghafal surah, bahkan memiliki berbagai aplikasi Al-Qur’an di ponsel. Namun, ada pertanyaan yang lebih mendasar: apakah petunjuk yang kita baca mulai terlihat dalam cara kita berpikir, bersikap, dan menjalani kehidupan?
Di tengah kesibukan, pekerjaan, pendidikan, dan berbagai persoalan hidup, hubungan kita dengan Al-Qur’an terkadang hanya menjadi rutinitas yang belum sepenuhnya kita pahami maknanya.
Padahal, Al-Qur’an bukan sekadar bacaan. Ia adalah petunjuk dari Allah bagi manusia.
Allah berfirman:
“Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberi petunjuk kepada jalan yang paling lurus.”
QS. Al-Isra’ [17]: 9
Baca QS. Al-Isra’ ayat 9 di Quran Insight.
Pertanyaannya bukan hanya seberapa sering kita membuka mushaf, tetapi juga bagaimana kita menjadikan petunjuk Allah sebagai bekal dalam menjalani kehidupan.
Mengapa kita membutuhkan Al-Qur’an?
Bayangkan seseorang sedang melakukan perjalanan menuju tempat yang belum pernah dikunjungi. Kendaraan sudah tersedia, bekal sudah disiapkan, tetapi ia tidak mengetahui arah yang harus ditempuh.
Apa yang dibutuhkan?
Petunjuk jalan.
Demikian pula kehidupan kita. Kita ingin berhasil, membahagiakan orang tua, membangun keluarga, dan memberikan manfaat kepada orang lain. Namun, di tengah banyaknya pilihan, kita membutuhkan petunjuk agar langkah tidak kehilangan arah.
Al-Qur’an membimbing kita mengenal Allah, memahami tujuan hidup, serta mengetahui bagaimana seharusnya kita menjalani kehidupan.
Ia mengajarkan tauhid, shalat, kesabaran, kejujuran, menjaga lisan, berbakti kepada orang tua, dan berbuat baik kepada sesama.
Karena itu, mendekat kepada Al-Qur’an merupakan bagian penting dari perjalanan kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Tidak harus menunggu sempurna untuk memulai
Salah satu hal yang membuat seseorang menjauh dari Al-Qur’an adalah rasa malu.
“Aku belum lancar membaca.”
“Teman-temanku sudah jauh lebih baik.”
“Seharusnya sejak kecil aku sudah bisa.”
Jika perasaan seperti ini pernah hadir, ada kabar gembira dari Rasulullah ﷺ.
Beliau bersabda bahwa orang yang mahir membaca Al-Qur’an akan bersama para malaikat yang mulia dan taat. Adapun orang yang membaca Al-Qur’an dengan terbata-bata dan mengalami kesulitan, ia memperoleh dua pahala.
HR. Muslim no. 798
Buka Hadits Finlup untuk mencari Sahih Muslim no. 798.
Hadis ini mengingatkan kita bahwa kesulitan dalam belajar bukan alasan untuk berhenti.
Jika belum lancar, kita bisa belajar bersama guru. Jika sudah bisa membaca, kita bisa mulai menjaga waktu tilawah. Jika sudah rutin membaca, kita dapat menambah waktu untuk memahami maknanya.
Setiap orang memiliki perjalanan yang berbeda. Tidak perlu menunggu sempurna untuk memulai.
Lima langkah untuk bertumbuh bersama Al-Qur’an
Dalam buku Level Up with Qur’an: Bertumbuh Menjadi Pribadi yang Lebih Dekat dengan Al-Qur’an, Fadzla Mujadid mengajak pembaca membangun hubungan dengan Al-Qur’an melalui lima langkah yang saling berkaitan.
1. Sadar: memahami mengapa kita membutuhkan Al-Qur’an
Sebelum bertanya berapa banyak ayat yang sudah kita baca, mari bertanya mengapa kita membutuhkannya.
Kesadaran ini membantu kita melihat Al-Qur’an bukan sekadar kegiatan tambahan, melainkan petunjuk yang kita butuhkan dalam menjalani kehidupan.
2. Baca: memulai dan menjaga kebiasaan
Mulailah sesuai kemampuan.
Tidak harus langsung membaca dalam jumlah banyak. Kita dapat menentukan waktu yang realistis, kemudian berusaha menjaganya secara konsisten.
Rasulullah ﷺ bersabda bahwa amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang terus-menerus, meskipun sedikit.
HR. Al-Bukhari no. 6464
Buka Hadits Finlup untuk mencari Sahih Al-Bukhari no. 6464.
3. Pahami: mengenal pesan Allah
Ketika menerima pesan dari orang yang kita sayangi, kita ingin mengetahui isinya. Demikian pula ketika membaca Al-Qur’an, kita berusaha memahami pesan Allah melalui ayat-ayat-Nya.
Allah berfirman:
“Ini adalah sebuah Kitab yang Kami turunkan kepadamu, penuh berkah, agar mereka mentadabburi ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.”
QS. Shad [38]: 29
Baca QS. Shad ayat 29 di Quran Insight.
Tadabbur dapat dimulai dengan membaca terjemah, mempelajari penjelasan tafsir yang tepercaya, kemudian mengambil pelajaran untuk diri sendiri.
Kita tidak perlu terburu-buru membuat kesimpulan tentang ayat yang sulit dipahami. Belajar bersama guru dan merujuk penjelasan para ulama membantu kita memahami ayat dengan lebih tepat.
4. Amalkan: biarkan Al-Qur’an terlihat dalam sikap kita
Setelah membaca dan memahami, ada pertanyaan penting:
“Apa yang bisa kuperbaiki setelah mempelajari ayat ini?”
Pelajaran tentang kesabaran dapat membantu kita memperbaiki reaksi ketika marah. Pelajaran tentang menjaga lisan dapat mengingatkan kita untuk lebih berhati-hati saat berbicara atau menulis komentar.
Ayat tentang berbakti kepada orang tua dapat menjadi pengingat untuk memperbaiki cara kita berbicara di rumah.
Perubahan tidak selalu harus besar. Satu tindakan baik yang mulai kita jaga dapat menjadi bagian dari perjalanan bertumbuh bersama Al-Qur’an.
5. Bagikan: bertumbuh bersama orang lain
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
HR. Al-Bukhari no. 5027
Buka Hadits Finlup untuk mencari Sahih Al-Bukhari no. 5027.
Mengajak orang lain tidak harus menunggu kita menjadi ahli.
Kita dapat mengajak keluarga membaca bersama, menemani teman mencari kelas tahsin, atau membagikan pelajaran yang sudah dipahami dari sumber yang benar.
Bertumbuh bersama membuat perjalanan terasa lebih ringan. Kita saling mengingatkan, saling mendukung, dan belajar dengan rendah hati.
Mulai dari 20 menit sehari
Bagaimana jika kita memulai hubungan yang lebih dekat dengan Al-Qur’an melalui kebiasaan sederhana?
Buku Level Up with Qur’an memberikan contoh pengaturan waktu berikut:
- 10 menit — Tilawah. Membaca dengan tartil sesuai kemampuan atau berlatih bersama guru jika masih belajar.
- 5 menit — Tadabbur. Membaca terjemah dan penjelasan tafsir yang tepercaya.
- 5 menit — Action. Mencatat satu pelajaran dan menentukan satu tindakan nyata.
Dua puluh menit ini hanyalah contoh, bukan ketentuan ibadah yang wajib. Jika belum memungkinkan, kita bisa memulai lebih singkat.
Yang penting adalah menjaga hubungan dengan Al-Qur’an dan terus memperbaikinya.
Jika suatu hari terlewat, jangan menjadikan satu hari itu alasan untuk menyerah. Kembali pada kesempatan berikutnya.
Belajar Al-Qur’an dengan lebih mudah melalui Quran Insight
Salah satu tantangan dalam belajar Al-Qur’an adalah menemukan sarana yang membantu kita tidak hanya membaca, tetapi juga memahami pesan di balik ayat-ayatnya.
Untuk mendukung perjalanan tersebut, Quran Insight dari Finlup hadir sebagai aplikasi Al-Qur’an berbasis web yang dapat diakses melalui ponsel maupun komputer.
Melalui quran.finlup.id, pengguna dapat menjadikan kegiatan membaca dan mempelajari Al-Qur’an lebih mudah diakses dalam keseharian.
Quran Insight dikembangkan sebagai ikhtiar menghadirkan sarana belajar Al-Qur’an yang bermanfaat. Perawatannya juga dibantu oleh santri tahfidz.
Aplikasi ini dapat digunakan secara gratis.
Tidak perlu menunggu memiliki waktu luang yang panjang atau mempersiapkan banyak hal. Kita bisa mulai dengan membuka satu ayat, membaca maknanya, lalu melanjutkan perjalanan belajar sesuai kemampuan.
Mulailah dari tempatmu berada
Mungkin hari ini kita baru mampu membaca beberapa ayat.
Mungkin kita masih belajar memperbaiki bacaan.
Mungkin kita sudah rutin membaca, tetapi ingin lebih memahami maknanya.
Apa pun keadaan kita saat ini, selalu ada langkah yang bisa dimulai.
Tujuan perjalanan ini bukan hanya menambah daftar bacaan, tetapi berharap Al-Qur’an hadir dalam iman, ibadah, akhlak, keputusan, dan hubungan kita dengan orang lain.
Mari mulai bertumbuh bersama petunjuk Allah.
Buka Quran Insight secara gratis di quran.finlup.id
Level Up with Qur’an — Bertumbuh Menjadi Pribadi yang Lebih Dekat dengan Al-Qur’an.
About the author
I am an enthusiastic researcher and developer with a passion for using technology to innovate in business and education.
Comments
Join the discussionNo comments yet. Be the first to comment.





