Skip to main content

Command Palette

Search for a command to run...

Renungan: Manusia Terbatas, Allah Tidak Terbatas (alasan mengapa kita butuh Allah)

Updated
2 min read
Renungan: Manusia Terbatas, Allah Tidak Terbatas (alasan mengapa kita butuh Allah)
A

I am an enthusiastic researcher and developer with a passion for using technology to innovate in business and education.

1. Batasan Manusia

Manusia hidup dalam ruang dan waktu.

  • Ruang: kita hanya bisa berada di satu tempat pada satu waktu. Seorang raja sekalipun, tidak bisa mengendalikan dua kerajaan sekaligus tanpa perantara.

  • Waktu: kita tidak bisa kembali ke masa lalu atau melompat ke masa depan. Keputusan yang diambil hari ini, bisa jadi besok sudah kadaluarsa.

  • Karena keterbatasan itu, keputusan manusia sering dipengaruhi nafsu, kepentingan sesaat, dan kondisi zaman.

    • Politik dipenuhi nepotisme.

    • Ekonomi dipenuhi riba dan kapitalisme.

    • Akhirnya yang kuat semakin kuat, yang lemah semakin tertindas.

2. Yang Datang dari Allah Tidak Terbatas

Berbeda dengan manusia, Allah tidak dibatasi ruang dan waktu. Apa yang datang dari-Nya, termasuk Al-Qur’an, bersifat:

  • Lintas ruang: ajarannya bisa berlaku untuk Arab abad ke-7, bisa juga untuk Indonesia abad ke-21.

  • Lintas waktu: ayat yang turun 1400 tahun lalu tetap relevan sampai hari ini. Misalnya, larangan riba—dulu dalam bentuk pinjaman gandum, sekarang dalam bentuk sistem bunga bank.

  • Teratur: seluruh sistem ciptaan Allah berjalan rapi—rotasi bumi, orbit planet, siklus air, hingga hukum sebab-akibat. Tidak ada yang keluar dari aturan-Nya.

3. Perbedaan Kualitas Keputusan

  • Keputusan manusia: fana’, sering berubah, sering menimbulkan ketidakadilan.

  • Keputusan Allah: penuh pertimbangan, cenderung kebaikan, dan menuntun pada keadilan.

Contoh sederhana:

  • Sistem kapitalisme membolehkan riba → hasilnya kesenjangan.

  • Sistem Qur’an melarang riba → tujuannya mengurangi jurang kaya-miskin.

4. Ajakan untuk Berpikir

Kalau manusia terbatas, dan keputusan manusia sering merugikan, maka logis kalau kita butuh bimbingan dari sesuatu yang tidak terbatas.

  • Ilmu Allah dalam Qur’an adalah kompas.

  • Sistem dari Allah adalah penyeimbang.

  • Tadabbur Qur’an bukan sekadar ritual, tapi kunci agar manusia tidak terjebak pada hawa nafsu, kepentingan politik, atau sistem dunia yang timpang.


Penutup

Manusia yang lemah, fana, dan dibatasi ruang-waktu, seharusnya rendah hati menerima bahwa tidak mungkin ia bisa mengatur kehidupan secara sempurna. Justru di situlah Al-Qur’an hadir: bukan untuk membatasi, tapi untuk membebaskan manusia dari keterbatasannya, memberi arah yang melampaui ruang dan waktu.

More from this blog

T

Temukan Kekuatan dari Dalam

165 posts

Ingin hidup Anda terasa lebih bermakna? Di sini kita belajar bersama cara mengasah kecerdasan spiritual untuk menjadi pribadi yang tahan banting, kuat mental, & penuh syukur.