#1.3 Pembelahan Dada Nabi Muhammad SAW saat masa kanak-kanak oleh Malaikat Jibril

I am an enthusiastic researcher and developer with a passion for using technology to innovate in business and education.
Pembelahan Dada oleh Malaikat Jibril adalah salah satu peristiwa spiritual besar yang dialami Nabi Muhammad SAW saat masa kanak-kanak. Peristiwa ini dikenal sebagai syarh as-shadr (pembelahan dada) dan disebutkan dalam berbagai hadis sahih serta kitab-kitab sirah.
Penjelasan Hadis dan Sanadnya
Hadis Riwayat Muslim
Hadis ini diriwayatkan oleh Anas bin Malik RA dan tercatat dalam Sahih Muslim:
Anas bin Malik RA berkata:
"Suatu ketika Jibril datang kepada Rasulullah SAW ketika beliau sedang bermain bersama anak-anak. Jibril mengambil beliau, merebahkannya, membelah dadanya, dan mengeluarkan hati beliau. Kemudian Jibril mengeluarkan segumpal darah dari hati tersebut dan berkata, 'Ini adalah bagian setan darimu.' Jibril kemudian mencuci hati beliau dengan air zamzam di dalam bejana emas, lalu mengembalikannya ke tempatnya. Anak-anak yang melihat kejadian itu lari kepada ibu susu beliau dan berkata, 'Muhammad telah dibunuh!' Namun ketika mereka kembali, mereka melihat Nabi baik-baik saja tetapi wajahnya pucat."
(HR. Muslim, No. 162)
Keterangan dan Syarah Hadis
Keabsahan Hadis
- Hadis ini sahih dan diterima oleh mayoritas ulama karena diriwayatkan oleh Imam Muslim, yang dikenal dengan kriteria ketat dalam penerimaan hadis.
Penafsiran Peristiwa Pembelahan Dada
Segumpal Darah: Merujuk pada simbol "bagian setan" atau sifat buruk yang dihilangkan dari diri Nabi.
Pencucian dengan Air Zamzam: Melambangkan penyucian hati Nabi agar siap menerima wahyu dan tugas kenabian.
Bejana Emas: Dipahami sebagai simbol kehormatan dan kesucian yang diberikan Allah kepada Nabi Muhammad SAW.
Makna Spiritual
- Peristiwa ini bukan hanya terjadi secara fisik, tetapi memiliki makna spiritual yang mendalam, yaitu persiapan hati dan jiwa Nabi untuk menjalankan misi besar sebagai Rasulullah.
Perbandingan Riwayat Lain
Selain hadis Anas bin Malik dalam Sahih Muslim, peristiwa ini juga diceritakan dalam beberapa riwayat lain dengan detail serupa:
Riwayat Imam Ahmad
Dalam Musnad Ahmad disebutkan bahwa pembelahan dada ini terjadi dua kali: saat kecil di bawah asuhan Halimah, dan sebelum peristiwa Isra' dan Mi'raj.Kitab Sirah Nabawiyah
Dalam Sirah Ibnu Hisyam, disebutkan bahwa peristiwa ini membuat Halimah khawatir hingga akhirnya ia mengembalikan Nabi kepada ibunya.
Kesimpulan
Pembelahan dada oleh malaikat Jibril adalah peristiwa spiritual yang disepakati oleh mayoritas ulama dan tercatat dalam hadis-hadis sahih. Ini menunjukkan persiapan khusus Allah SWT untuk Nabi Muhammad SAW agar memiliki hati yang bersih dan jiwa yang sempurna untuk menerima wahyu.
Sumber: GPT (13 Januari 2024)




