Skip to main content

Command Palette

Search for a command to run...

Kisah Tsa'labah bin Hathib: Lalai karena Harta

Updated
3 min read
Kisah Tsa'labah bin Hathib: Lalai karena Harta
A

I am an enthusiastic researcher and developer with a passion for using technology to innovate in business and education.

Awal Kehidupan

Tsa'labah bin Hathib adalah seorang sahabat yang hidup sederhana. Ia dikenal sebagai orang yang rajin beribadah dan dekat dengan Nabi Muhammad ﷺ. Namun, Tsa'labah memiliki keinginan yang sangat besar untuk menjadi kaya. Suatu hari, ia meminta Rasulullah ﷺ untuk mendoakannya agar Allah memberinya kekayaan.

Permohonan Tsa'labah

Tsa'labah berkata kepada Rasulullah ﷺ:
"Ya Rasulullah, berdoalah kepada Allah agar Dia memberikan aku harta. Demi Allah, jika Dia memberiku harta, aku akan bersedekah kepada yang berhak dan melaksanakan semua kewajibanku."

Awalnya, Rasulullah ﷺ menasihatinya, "Wahai Tsa'labah, sedikit harta yang engkau syukuri lebih baik daripada banyak harta yang tidak mampu engkau syukuri." Namun, Tsa'labah terus meminta, hingga akhirnya Rasulullah ﷺ mendoakannya.

Ujian Kekayaan

Setelah didoakan oleh Rasulullah ﷺ, Tsa'labah mulai mendapatkan kekayaan yang melimpah. Ia memelihara ternak dalam jumlah besar, hingga harus pindah ke luar Madinah karena ternaknya membutuhkan lahan yang luas.

Namun, kekayaan itu membuat Tsa'labah mulai lalai. Awalnya, ia jarang menghadiri shalat berjemaah di masjid. Lambat laun, ia bahkan tidak lagi datang untuk shalat Jumat dan berjemaah sama sekali. Tsa'labah semakin sibuk mengurus hartanya dan melupakan kewajibannya kepada Allah.

Menolak Zakat

Ketika zakat diwajibkan, Rasulullah ﷺ mengutus petugas untuk mengumpulkan zakat dari kaum Muslimin, termasuk dari Tsa'labah. Namun, saat petugas datang, Tsa'labah menolak membayar zakat dan berkata dengan sombong:
"Ini hanyalah pajak! Aku tidak akan menyerahkan hartaku kepada kalian."

Kabar ini sampai kepada Rasulullah ﷺ, dan beliau bersedih mendengar sikap Tsa'labah. Tidak lama setelah itu, Tsa'labah menyesali perbuatannya dan datang kepada Rasulullah ﷺ untuk menyerahkan zakatnya. Namun, Rasulullah ﷺ menolak menerima zakat dari Tsa'labah, karena ia telah melewatkan waktunya.

Akhir Kisah Tsa'labah

Setelah Rasulullah ﷺ wafat, Tsa'labah mencoba memberikan zakatnya kepada Khalifah Abu Bakar dan Khalifah Umar bin Khattab, tetapi mereka juga menolak. Akhirnya, Tsa'labah meninggal dalam keadaan penyesalan mendalam karena kelalaiannya.

Pelajaran dari Kisah Tsa'labah

  1. Harta adalah Ujian: Kekayaan bukan hanya nikmat, tetapi juga ujian besar yang bisa menjauhkan seseorang dari Allah jika tidak dikelola dengan baik.

  2. Janji Harus Ditepati: Tsa'labah berjanji akan bersedekah dan menjalankan kewajibannya, tetapi ia mengingkarinya ketika diuji dengan harta.

  3. Bersyukur Lebih Penting dari Banyaknya Harta: Nabi ﷺ mengingatkan bahwa sedikit harta yang disyukuri lebih baik daripada banyak harta yang membawa kelalaian.

  4. Waktu Tidak Bisa Diulang: Ada waktu tertentu untuk melaksanakan kewajiban, dan jika terlewat, kesempatan itu tidak selalu kembali.

Kisah ini menjadi peringatan agar kita berhati-hati terhadap godaan kekayaan dan selalu mengingat kewajiban kita kepada Allah, terutama dalam menjaga janji dan bersyukur.

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

"Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menginfakkannya di jalan Allah, maka berilah mereka kabar gembira dengan azab yang pedih." (QS. At-Taubah: 34)

Ayat ini menjadi peringatan bagi mereka yang memiliki harta tetapi enggan menunaikan hak-haknya, seperti berzakat dan berinfak di jalan Allah. Harta yang tidak diberkahi justru menjadi sebab azab yang pedih di akhirat.

Sumber: GPT (16 Januari 2025)

More from this blog

A

Al Hikmah

178 posts

Ingin hidup Anda terasa lebih bermakna? Di sini kita belajar bersama cara mengasah kecerdasan spiritual untuk menjadi pribadi yang tahan banting, kuat mental, & penuh syukur.