Dzikir & Wirid Dalam Islam

Meluruskan Pemahaman & Menghidupkan Sunnah Nabi ﷺ
✨ Pendahuluan
Dzikir adalah pokok ibadah hati dalam Islam.
Ia menghidupkan ruh keimanan dan menjaga seorang muslim dari kelalaian.
Allah berfirman:
“Ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku ingat pula kepada kalian.”
(QS. Al-Baqarah: 152)
Namun, dalam praktiknya muncul berbagai wirid:
paket bacaan
jumlah tertentu
waktu tertentu
keyakinan keutamaan khusus
Sebagian benar sesuai sunnah, sebagian lagi perlu diluruskan.
Artikel ini akan memberikan panduan lengkap berdasarkan dalil dan penjelasan ulama Ahlus Sunnah.
🕌 Apa Bedanya Dzikir dan Wirid?
| Istilah | Definisi | Ketentuan |
| Dzikir | Mengingat Allah secara umum: pernyataan iman, doa, tahmid, membaca Qur’an | Luas dan fleksibel |
| Wirid | Dzikir yang ditetapkan bentuk, jumlah, waktu secara rutin | Tidak boleh menetapkan tanpa dalil |
➡ Semua wirid adalah dzikir, tapi tidak semua dzikir adalah wirid
📌 Kaidah Dasar tentang Dzikir & Wirid
1️⃣ Jika Nabi ﷺ menentukan bacaan tertentu
→ Kita ikuti sebagaimana adanya
(contoh: tasbih 33x setelah shalat)
2️⃣ Jika bacaan sunnah, tetapi tidak ditentukan jumlahnya
→ Boleh banyak atau sedikit
→ Jangan membakukannya secara syariat
3️⃣ Jika jumlah, format, dan waktu ditentukan oleh manusia
→ Boleh sebagai latihan, tapi
→ ❌ Tidak boleh diyakini sebagai ibadah syariat yang wajib diterima Allah
Imam Malik berkata:
“Barangsiapa beribadah kepada Allah dengan ibadah yang tidak pernah dilakukan Rasulullah ﷺ, ia menganggap Rasul kurang menyampaikan agama.”
🧭 Dzikir yang Disyariatkan Nabi ﷺ
A. Dzikir harian
Dzikir pagi–petang
Dzikir setelah shalat
Baca Qur’an, istighfar, shalawat
➡ Ada dalil lengkap & manfaat pasti
B. Dzikir sesuai kondisi
Saat masuk rumah
Saat ke masjid
Saat musafir
Saat tidur & bangun tidur
Saat takut, marah, sakit, sempit rezeki
➡ Doa Nabi sangat luas & relevan
⚠️ Dzikir yang Tidak Sesuai Sunnah
Contoh yang tidak boleh diyakini sebagai ibadah khusus:
“Baca ayat ini 77x = pasti kaya”
“Dzikir waktu tertentu = pasti sembuh penyakit”
“Bacaan ini 1000x = jodoh segera”
➡ Jika tidak ada dalil → tertolak
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Perkara baru dalam urusan agama ini yang tidak ada asalnya, maka tertolak.”
(HR. Bukhari-Muslim)
♻️ Tiga Kategori Wirid
| Kategori | Contoh | Hukum |
| 1. Sahih & sesuai sunnah | Dzikir pagi–petang, tasbih 33x | Sunnah – diamalkan |
| 2. Dzikir umum | Memperbanyak Qur’an, zikir bebas | Boleh – tanpa keyakinan khusus |
| 3. Rekayasa ritual tanpa dalil | Jumlah dan keutamaan buatan | Tidak boleh diyakini sebagai syariat |
➡ Bentuk ketiga inilah yang sering menjadi masalah
🕌 Bagaimana Dengan Wirid Susunan Ulama?
Contoh: Al-Ma’tsurat Sughra & Kubra
Status:
✔ Mayoritas isinya hadis sahih
✔ Membantu menjaga rutinitas
❌ Susunannya bukan dari Nabi
❌ Jumlah tertentu kadang tidak berdalil
Sikap adil:
“Amalkan isinya, jangan mengkultuskan paketnya.”
💎 Keutamaan Dzikir Sesuai Sunnah
Allah bersama orang yang berdzikir
Rumah hati menjadi hidup
Syaitan menjauh dan lari
Wajah bercahaya di akhirat
Menjadi benteng dari segala keburukan
Menenangkan hati
Pahala tanpa batas
Allah berfirman:
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.”
(QS. Ar-Ra’d: 28)
🧠 Kenapa Banyak Orang Lebih Pilih Dzikir Tanpa Dalil?
Karena:
ingin hasil instan (rezeki, jodoh, naik pangkat)
suka angka dan ritual khusus yang terlihat “spesial”
kurang mengenal sunnah yang asli
mengagungkan guru tanpa ilmu
Padahal:
Dzikir yang dicontohkan Nabi ﷺ sudah sempurna dan mencukupi semua kebutuhan manusia
⭐ Prinsip Utama dalam Berwirid
| Sikap | Penjelasan |
| Ikuti dalil | Prioritas tertinggi |
| Hormati ulama | Namun tidak maksum |
| Niat yang lurus | Allah-lah pemberi manfaat |
| Kontinuitas | Sedikit yang rutin → lebih dicintai Allah |
Rasulullah ﷺ:
“Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang terus-menerus meski sedikit.”
(HR. Muslim)
🏁 Penutup
Dzikir adalah nyawa keimanan.
Wirid adalah jalan untuk menjaga rutinitas dzikir.
Namun:
Ibadah yang tidak meniru Nabi tidak akan sampai kepada Allah
Sunnah lebih selamat dan lebih agung
Cintai Allah → Ikuti Rasulullah ﷺ → Allah pasti mencintaimu
(QS. Ali Imran: 31)
Semoga Allah memberi kita taufik untuk menghidupkan dzikir yang benar sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ.




